Destinasi Wisata Terbaik di Tidore


wisata life – Kemungkinan besar masyarakat Indonesia belum mengerti dengan benar tentang Tidore, di mana tepatnya letak dari Tidore. Tidore adalah nama dari sebuah kota yang berada di propinsi Maluku Utara. Dari jaman dahulu kala di saat masih di bawah penjajahan bangsa asing kota Tidore ini sangat terkenal sebagai kota penghasil cengkeh dan pala.
Dimulai dari tahun 1512 terhitung ada tiga negara asing yang berasal dari benua Eropa yang menjejakkan kaki mereka di Tidore untuk kemudian menjajahnya, yakni Spanyol, Portugis dan Belanda. Ketiga negara Eropa tersebut meninggalkan bekas berupa bangunan bersejarah yang masih terpelihara sampai sekarang dan menjadi aset andalan dari Tidore.
Tidak hanya peninggalan bersejarah dari jaman penjajahan bangsa asing yang menarik banyak wisatawan untuk berkunjung ke Tidore, kebudayaannya yang sangat beragam juga kekayaan baharinya menjadi daya pikat tersendiri bagi para turis yang datang. Di Tidore juga banyak sekali terdapat obyek wisata yang indah, yang sayang sekali jika dilewatkan.
Berikut di bawah ini beberapa tempat wisata di Tidore yang sangat menarik bagi para wisatawan yang wajib untuk dikunjungi :

1. Pantai Cobo

Letak dari Pantai Cobo adalah di sebelah utara Tidore, tepatnya di Kelurahan Cobodoe. Jarak dari pusat kota Tidore kurang lebih 25 kilometer. Pantai Cobo adalah pantai yang sangat indah yang dikelilingi oleh pohon-pohon hijau yang lebat dan rindang sehingga membuat suasana di sekitarnya sejuk. Keindahan dari Pantai Cobo akan lebih terasa, bisa lebih dinikmati pada saat terbitnya dan tenggelamnya matahari.
Para turis yang datang ke pantai ini bisa melihat kecantikan pasirnya yang sangat halus. Sebenarnya air di pantai ini cocok sekali digunakan untuk berolah raga air seperti diving atau snorkeling namun jika anda ingin melakukan kedua olah raga air tersebut anda harus membawa sendiri peralatannya secara lengkap karena pengelola Pantai Cobo belum menyediakannya.
Fasilitas umum yang ada di Pantai Cobo belumlah lengkap. Belum ada kamar mandi, toilet maupun kamar ganti. Yang dapat dilakukan oleh para turis jika berkunjung ke tempat ini sekedar menikmati panorama alam yang cantik dari Pantai Cobo. Mudah-mudahan tidak lama lagi pihak yang mengelola Pantai Cobo bisa mewujudkan fasilitas-fasilitas umum yang sangat dibutuhkan tersebut.

2. Desa Gurabunga

tempat wisata tidore

Desa Gurabunga adalah satu-satunya desa yang ada di kota Tidore yang berhawa sejuk. Hal ini disebabkan karena lokasinya yang berada 800 meter di atas permukaan laut. Dinamakan Desa Gurabunga (Gurabunga = taman bunga) karena desa ini dikelilingi oleh bunga-bunga. Di setiap pekarangan rumah warga ditumbuhi beraneka jenis bunga dengan warna warni yang indah.
Rumah-rumah warga yang ada di Desa Gurabunga terletak di lereng Gunung Kie Matubu sehingga tidaklah mengherankan jika tanah di sekitarnya merupakan tanah yang subur, yang membuat bunga-bunga tumbuh subur dan cantik. Gunung Kie Matubu sendiri berada di ketinggian 1730 di atas permukaan laut. Masyarakat Tidore lebih mengenal Gunung Kie Matubu sebagai Gunung Tidore.

Desa Gurabunga dikenal sebagai desa spiritual karena di dalamnya terdapat sebuah rumah adat yang sudah berusia ratusan tahun yang diberi nama Folajikosabari, yang juga kerap disebut dengan nama Rumah Puji, yang berdindingkan bambu, beralaskan tanah dan bentuknya seperti orang yang tengah bersila. Nuansa Islam sangat kental menyelimuti rumah adat ini.
Folajikosabari dimiliki oleh para sowohi yang dikenal bisa menjadi penhubung antara dunia lain yang dihuni oleh para leluhur dengan pihak Kesultanann Tidore. Keputusan yang diambil oleh kesultanan terlebih dahulu dikomunikasikan dengan roh para leluhur dengan media para sowohi. Sedemikian pengaruhnya para sowohi ini sehingga pelantikan sultanpun dilakukan oleh mereka.

3. Museum dan Istana Kesultanan Tidore

tempat wisata tidore

Museum Kesultanan Tidore dikenal dengan nama Sonyine Malige, berisikan berbagai macam benda bersejarah peninggalan dari Kesultanan Tidore dari jaman dahulu kala hingga saat ini.  Yang sangat unik dan fenomenal dari museum ini adalah Mahkota Berambut.
Ada kepercayaan bahwa rambut yang menempel di bagian atas mahkota tersebut setiap tahunnya bisa tumbuh. Sehubungan dengan adanya rambut di mahkota tadi, dilakukanlah pemotongan dengan suatu prosesi atau upacara khusus di malam Idul Adha.
Oleh para tetua di sana calon putera mahkota Kesultanan Tidore ditentukan dari pas tidaknya makhota tadi diletakkan di atas kepalanya. Jika bisa melekat dengan pas maka dialah yang berhak menjadi Sultan Tidore.

(Baca juga: Top 10 Air Terjun Tercantik di Lombok)

4. Air Terjun Goheba

Lokasi dari Air Terjun Goheba adalah di Kelurahan Kalaosi, Kecamatan Tidore, di bagian puncak. Air Terjun Goheba, pohon-pohon yang lebat dan asri, batu-batu kali yang cantik, burung-burung yang berkicau dengan sangat indahnya jika digabungkan menjadi sebuah panorama alam yang luar biasa.
Untuk menuju Air Terjun Goheba bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Kalau berangkatnya dari Pelabuhan Rum yang ada di Tidore maka jarak yang akan ditempuh kurang lebihnya satu jam.

5. Rumah Ikan Lumba-Lumba

tempat wisata tidore

Rumah Ikan Lumba-Lumba bisa dilihat oleh para wisatawan di Perairan Pulau Mare, masih berada di wilayah Tidore. Apabila ingin melihat dengan jelas atraksi dari lumba-lumba dengan segala kelincahannya, para turis disarankan untuk berada di perairan Pulau Mare jam enam pagi.
Pukul enam pagi adalah saat yang paling tepat karena lumba-lumba sudah bangun, mereka telah siap untuk beraktifitas. Jangan datang lebih dari jam tujuh karena pasti lumba-lumbanya sudah tidak terlihat lagi, sudah pergi untuk mencari makan, kembalinya nanti jam enam sore.
Namun meskipun begitu jangan juga datang jam enam sore karena sudah mulai gelap cuacanya sehingga tidak akan bisa melihat lumba-lumba dengan jelas, percuma saja.
Untuk mencapai Perairan Pulau Mare, bisa ditempuh dari Pelabuhan Rum yang ada di Tidore dengan menggunakan sebuah kapal kayu. Kurang lebih akan memakan jarak 20 menit.

6. Benteng Tore Dan Tahula

Dibutuhkan perjuangan yang cukup berat untuk bisa mencapai Benteng Tore dan Tahula karena letaknya yang sangat tinggi. Belum lagi harus menaiki banyak anak tangga. Betul-betul akan menguras keringat anda. Namun jika sudah sampai di lokasi tempat benteng tersebut berada maka segala kelelahan yang ada terbayarkan sudah.
Dari benteng ini para wisatawan bisa melihat laut yang terbentang luas dengan sangat indahnya. Laut yang menjadi pemisah antara Pulau Tidore, Pulau Halmahera dan Kota Soasio.
Terdapat dua benteng di tempat ini, Benteng Tore dan Benteng Tahula dengan kondisi yang tidak sama. Kondisi yang mengenaskan ada pada Benteng Tore. Sebaliknya di Benteng Tahula para turis masih bisa melihat dan menikmati sisa-sisa bangunan bersejarah peninggalan jaman kuno, tepatnya pada saat Tidore dikuasai penjajah asing. Saat ini tengah dilakukan renovasi untuk Benteng Tahula.
Untuk tahun pembuatannya kedua benteng tersebut, tidak ada satupun catatan atau ahli sejarah yang bisa menguraikan dengan pasti.

Tagged : /